Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ibu-ibu dan kalangan pemuda diberikan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung tahapan pengolahan sisa makanan menjadi kompos yang difasilitasi Teman Sampah Indonesia bersama Poltekkes Kemenkes Kupang.
Menurut Cagliari, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemberian pengetahuan, tetapi mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah rumah tangga.
“Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir bahwa sampah rumah tangga masih dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna bahkan bernilai ekonomis,” jelas Cagliari.
Ia menilai keterlibatan masyarakat dalam praktik langsung menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran mengenai pengelolaan sampah.
Dengan memahami proses pemilahan dan pengolahan, masyarakat diharapkan dapat mulai menerapkannya secara mandiri dari rumah masing-masing.
Ibu Rumah Tangga dan Pemuda jadi Penggerak
Antusiasme ibu rumah tangga dan pemuda menjadi salah satu hal positif dalam pelatihan tersebut. Peserta terlihat aktif mengikuti praktik pemilahan dan pemanfaatan sampah organik yang selama ini lebih banyak dipandang sebagai limbah.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan