Thobias meminta setiap pengeluaran ternak didukung data yang akurat, analisis serta perhitungan yang jelas. Langkah itu diperlukan agar populasi ternak di Sabu Raijua tetap dapat dipantau dan dikendalikan.

“Pengeluaran ternak harus kita hitung dengan benar dan baik. Jangan menggunakan feeling, tetapi harus berdasarkan data, analisis dan perhitungan, sehingga hewan yang keluar benar-benar terdata dengan baik,” ujarnya.

Perhatian khusus diberikan terhadap pengeluaran domba Sabu. Wabup meminta instansi teknis segera mempelajari ketentuan Kementerian Pertanian terkait status domba Sabu sebagai salah satu plasma nutfah.

Iklan

Ketentuan tersebut dinilai penting sebagai dasar dalam mengendalikan sekaligus melindungi domba Sabu agar pengeluarannya dari daerah tetap sesuai aturan yang berlaku.

Pemeriksaan Kesehatan Hewan Diperkuat

Wabup Thobias juga mengapresiasi langkah Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sabu Raijua dalam memperkuat pemeriksaan kesehatan hewan.

Ia meminta pemeriksaan, termasuk pemeriksaan darah, terus ditingkatkan untuk memastikan kondisi kesehatan hewan yang masuk maupun keluar dari wilayah Sabu Raijua.

Pemerintah daerah juga tengah mengupayakan pembangunan Laboratorium Kesehatan Hewan (Keswan) di Sabu Raijua.