Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun dampak terhadap lingkungan akibat insiden tersebut.
Kondisi ini menjadi perhatian pelaku pasar karena gangguan terhadap Selat Hormuz dapat berdampak terhadap distribusi minyak dunia dan berpotensi meningkatkan tekanan terhadap harga energi.
Sikap Hawkish The Fed Tekan Rupiah
Sentimen negatif terhadap rupiah juga datang dari Amerika Serikat. Pidato Ketua The Fed, Kevin Warsh, dalam Simposium Jackson Hole dinilai bernada hawkish.
Pernyataan tersebut kembali memicu ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS dapat menaikkan suku bunga paling cepat pada September.
Ekspektasi kenaikan suku bunga tersebut mendorong penguatan tajam dolar AS sekaligus meningkatkan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor pendek.
Berdasarkan perangkat CME FedWatch, pasar memperhitungkan peluang sekitar 66 persen untuk kenaikan suku bunga pada September. Angka tersebut meningkat dari sekitar 38 persen sebelum pidato Warsh.
Kenaikan suku bunga AS berpotensi membuat aset berbasis dolar menjadi lebih menarik bagi investor sehingga memberikan tekanan tambahan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Data Ekonomi AS Jadi Perhatian Pasar
Pasar valuta asing selanjutnya akan mencermati sejumlah data ekonomi Amerika Serikat.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan