Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ketahanan aktivitas ekonomi AS dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan The Fed. Jika data ekonomi menunjukkan aktivitas dunia usaha dan permintaan tetap kuat, pasar dapat memperkirakan suku bunga AS bertahan tinggi lebih lama.
Kondisi tersebut berpotensi menjaga daya tarik aset berbasis dolar AS sekaligus menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor di pasar negara berkembang.
Dengan demikian, pergerakan rupiah pada awal pekan ini akan sangat bergantung pada kombinasi sentimen domestik dan global. Dari dalam negeri, pasar menunggu data inflasi September, sementara dari eksternal perhatian tertuju pada dolar AS, harga minyak, imbal hasil US Treasury, serta ekspektasi kebijakan The Fed.
Perkembangan sejumlah indikator tersebut akan menjadi bagian penting dalam menentukan arah perdagangan rupiah hingga akhir pekan. (*/rnc)




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan