Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Tanpa data yang lengkap, sejumlah persoalan yang muncul dalam forum belum dapat diverifikasi secara menyeluruh.
Ketua DPRD Rote Ndao Alfred Saudila menyayangkan kondisi tersebut dan meminta pengelola SPBU lebih siap dalam menghadiri RDPU berikutnya.
“Sangat disayangkan rapat sepenting ini pengelola SPBU tidak memiliki data untuk dipaparkan. Kita harap RDPU lanjutan mereka datang membawa data lengkap,” kata Alfred.
Bupati Minta Data Bisa Dipertanggungjawabkan
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk juga meminta seluruh pengelola SPBU menyiapkan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan pada RDPU lanjutan.
Menurut Paulus, keterbukaan data diperlukan agar masyarakat dapat memperoleh gambaran yang jelas mengenai tata kelola dan distribusi BBM di Rote Ndao.
“Pada RDPU berikutnya, kita mau mereka bawa data dan dapat dipertanggungjawabkan, biar terbuka jelas agar masyarakat tahu kalau pemerintah tidak terlibat dalam permainan BBM,” kata Paulus.
Paulus juga meminta OPD terkait, yakni Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag), Dinas Perikanan, serta Dinas Pertanian, menyiapkan data pendukung untuk pembahasan lanjutan.
Data dari pemerintah nantinya diharapkan dapat dicocokkan dengan data pengelola SPBU sehingga distribusi BBM di Kabupaten Rote Ndao dapat tergambar secara lebih jelas.
Dugaan Keterlibatan Oknum Polisi Dilaporkan ke Propam
Selain membahas tata kelola BBM, RDPU juga menyinggung dugaan keterlibatan seorang oknum polisi aktif dalam polemik BBM di Rote Ndao.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan