“Gereja boleh bekerja bersama negara, tetapi jangan kehilangan suara ketika negara keliru. Gereja boleh dekat dengan penguasa, tetapi keberpihakan terakhirnya harus tetap kepada kebenaran dan rakyat,” ujar Desiana.

Dialog “Gereja dan Negara: Dari Suara Kenabian Menjadi Tanggung Jawab Bersama” akan digelar Jumat, 4 September 2026, pukul 15.00–17.30 WITA melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini terbuka dan gratis bagi masyarakat. PASTIJA NTT mengajak pelayan gereja, akademisi, mahasiswa, pemuda, aktivis, politisi, pemerintah serta masyarakat umum untuk ikut mengambil bagian dalam percakapan tersebut. (*/rnc)