Ende, RakyatNTT.ID – Muhammadiyah terus memperkuat layanan kemanusiaan bagi penyintas gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang melanda tujuh kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama Lazismu, berbagai layanan kemanusiaan terus diberikan kepada masyarakat terdampak, mulai dari layanan kesehatan, bantuan logistik, dapur umum, air bersih, hingga dukungan psikososial.

Respons kemanusiaan tersebut diawali dengan koordinasi bersama pemerintah dan berbagai pihak di daerah terdampak. Muhammadiyah juga mendirikan Pos Koordinasi Wilayah di Klinik Muhammadiyah Ende, Jalan Mahoni, Kelurahan Kota Ratu, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende.

Pos tersebut menjadi pusat perencanaan, koordinasi, serta evaluasi berbagai aksi kemanusiaan Muhammadiyah di lapangan.

Muhammadiyah Dirikan Pos di Tujuh Kabupaten

Hingga saat ini, Muhammadiyah telah mendirikan tujuh Pos Koordinasi Daerah di tujuh kabupaten yang terdampak gempa.

Selain itu, terdapat 10 Pos Pelayanan yang tersebar di masing-masing wilayah untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Melalui program Indonesia Siaga, respons kemanusiaan Muhammadiyah difokuskan pada tiga klaster utama, yakni layanan kesehatan, nonkesehatan, dan logistik.

Strategi tersebut dirancang agar kebutuhan dasar penyintas dapat ditangani secara terpadu, sekaligus mendukung proses pemulihan masyarakat setelah bencana.

Ribuan Penyintas Mendapat Layanan Kesehatan

Pada klaster kesehatan, tim Emergency Medical Team (EMT) Type-1 Fixed dan EMT Mobile telah memberikan layanan kepada ribuan penyintas gempa.

Tercatat sebanyak 2.215 perempuan dan 1.487 laki-laki telah mendapatkan layanan kesehatan dari tim Muhammadiyah.

Dukungan medis juga diperkuat melalui tim EMT Mobile dari sejumlah Rumah Sakit Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang ditugaskan ke wilayah terdampak.

Kehadiran tim medis tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat terdampak tetap mendapatkan akses pengobatan di tengah kondisi pascabencana.

Dapur Umum hingga Layanan Psikososial

Selain layanan kesehatan, Muhammadiyah juga bergerak memenuhi kebutuhan dasar penyintas melalui klaster nonkesehatan.

Dapur umum yang didirikan Muhammadiyah tercatat telah melayani 1.750 jiwa. Muhammadiyah juga menyediakan fasilitas sanitasi dan air bersih di dua titik wilayah terdampak.

Tak hanya kebutuhan fisik, dukungan terhadap kondisi psikologis penyintas turut menjadi perhatian. Layanan psikososial telah diberikan kepada 1.773 jiwa.

Layanan tersebut diharapkan membantu masyarakat, termasuk kelompok rentan, menghadapi dampak psikologis akibat bencana dan menjalani proses pemulihan secara bertahap.

Bantuan Logistik Terus Disalurkan

Respons kemanusiaan Muhammadiyah juga diperkuat dengan distribusi berbagai bantuan logistik.

Bantuan yang disalurkan antara lain mobil dapur umum, mobil taktis, 500 paket family kit, 600 paket school kit, 1.440 kaleng Rendangmu, serta terpal sepanjang 500 meter.

Dukungan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendukung aktivitas pelayanan di lokasi-lokasi pengungsian dan wilayah terdampak.

Direktur Utama Lazismu, Barry Adhitya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan Muhammadiyah yang tetap bekerja memberikan pelayanan di tengah situasi pascabencana.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur dan jemaah salat Jumat yang telah memberikan kepercayaan serta dukungan terhadap aksi kemanusiaan Muhammadiyah di NTT.

“Kami apresiasi setinggi-tingginya,” kata Barry Adhitya, Jumat (4/9/2026).

Program Indonesia Siaga Berlanjut hingga Pemulihan

Lazismu memastikan pelaksanaan program Indonesia Siaga di NTT akan terus dipantau dan dievaluasi.

Evaluasi dilakukan untuk memastikan dana yang dihimpun dari masyarakat dapat digunakan secara optimal dalam mendukung kebutuhan dan proses pemulihan penyintas gempa.

Respons Muhammadiyah juga tidak berhenti pada fase tanggap darurat. Program kemanusiaan tersebut ditargetkan terus berlanjut hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

Dengan keberlanjutan program tersebut, Muhammadiyah berharap dapat ikut membantu masyarakat terdampak membangun kembali kehidupan sekaligus memperkuat ketangguhan menghadapi potensi bencana di masa mendatang. (*/rnc)