Mahasiswa ditempatkan sebagai bagian dari solusi dengan pendekatan yang menyesuaikan potensi dan kebutuhan masing-masing desa.

Secara keseluruhan, Program Mahasiswa Berdampak KKN Tematik 2026 melibatkan 41 perguruan tinggi, terdiri atas tiga perguruan tinggi negeri dan 38 perguruan tinggi swasta.

Jumlah peserta mencapai 2.319 mahasiswa yang didampingi sekitar 100 Dosen Pembimbing/Pendamping Lapangan (DPL) dan tersebar di desa-desa sasaran pada 13 kabupaten di NTT.

Khusus di Kabupaten Alor, program dilaksanakan di lima desa dengan melibatkan 96 mahasiswa dan 10 Dosen Pendamping Lapangan.

Fokus pada Kesehatan, Kemiskinan dan Pemberdayaan Ekonomi

Pada 2026, Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif dikembangkan sebagai kelanjutan dari gerakan sebelumnya yang berfokus pada NTT Tuntas Stunting dan Kemiskinan.

Program GENTASKIN diarahkan pada penguatan kesehatan masyarakat, pemberdayaan ekonomi, peningkatan ketahanan masyarakat, inklusivitas, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Selama berada di desa, mahasiswa menjalankan berbagai kegiatan sesuai kebutuhan masyarakat. Di antaranya bidang kesehatan dan perbaikan gizi, pencegahan stunting, pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi, pertanian, peternakan, pengembangan UMKM, pendidikan, sosial budaya, lingkungan, teknologi dan digitalisasi.