Abraham memahami kekhawatiran keluarga, terutama karena para tersangka merupakan anggota DPRD dan memiliki keterikatan dengan partai politik masing-masing.

Namun, ia menegaskan posisi maupun kekuatan politik tidak boleh membuat keluarga korban merasa khawatir terhadap proses hukum.

“Jangan kuatirkan soal itu, kita akan kawal bersama-sama. Saya akan meminta penjelasan yang pasti dari instansi terkait,” tegas Abraham.

Kasus dr Icha Dinilai Momentum Perbaikan Regulasi Kesehatan

Selain aspek penegakan hukum, Abraham menilai kasus dr Icha perlu dilihat sebagai momentum untuk mengevaluasi regulasi terkait perlindungan tenaga kesehatan.

Menurutnya, persoalan perlindungan terhadap tenaga kesehatan bukan hanya terjadi di NTT, tetapi juga menjadi tantangan di berbagai daerah di Indonesia.

Karena itu, kasus dr Icha diharapkan dapat mendorong perbaikan aturan kesehatan secara lebih luas agar tenaga kesehatan memperoleh perlindungan ketika menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Kasus dr Icha bisa memperbaiki aturan kesehatan secara global agar memberikan perlindungan kepada nakes karena tidak hanya di NTT, namun di daerah lain juga sama,” ujarnya.

Abraham juga menyoroti perjuangan orang tua dalam menyekolahkan anak hingga menjadi seorang dokter. Menurutnya, keberadaan tenaga kesehatan memiliki kaitan erat dengan upaya mengatasi persoalan kemiskinan di NTT.