Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Waikabubak, RakyatNTT.ID – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Sumba Barat meminta kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditangani secara serius dan transparan.
Ketua DPC GMNI Sumba Barat, Astriana Lalu Genya, mengatakan dugaan kekerasan seksual terhadap anak tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa, terlebih jika terduga pelaku merupakan seorang guru.
Menurut Astri, guru seharusnya menjadi sosok yang dipercaya untuk mendidik sekaligus melindungi anak selama berada di lingkungan sekolah.
“Sekolah seharusnya menjadi ruang yang aman, bukan tempat anak mengalami ketakutan, trauma, dan kehilangan rasa percaya terhadap orang dewasa yang seharusnya melindunginya,” kata Astri saat dihubungi, Jumat (11/9/2026).
Astri menegaskan, GMNI Sumba Barat berdiri bersama para korban dan mendukung proses hukum berjalan secara objektif, transparan, profesional, serta tanpa intervensi dari pihak mana pun.
Namun, dia mengatakan dukungan terhadap korban tidak berarti pihaknya menghakimi seseorang sebelum adanya putusan pengadilan.
“Kami tidak ingin membangun opini untuk menghakimi seseorang sebelum adanya putusan pengadilan. Tetapi pada saat yang sama, proses hukum tidak boleh diperlambat, tidak boleh dilemahkan, dan tidak boleh ada upaya melindungi siapa pun jika memang terbukti melakukan tindak pidana,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan