Astri mengatakan perhatian utama dalam perkara tersebut harus diberikan kepada anak-anak yang diduga menjadi korban.

Menurut dia, hak, keselamatan, kerahasiaan identitas, serta pemulihan para korban harus benar-benar dijamin selama proses hukum berlangsung.

“Jangan sampai anak-anak yang sudah menjadi korban justru kembali menjadi korban karena proses hukum yang tidak sensitif terhadap kondisi mereka,” katanya.

Dia juga meminta tidak ada pembelaan berdasarkan jabatan, status, hubungan, ataupun kepentingan tertentu apabila nantinya seseorang terbukti melakukan tindak pidana.

“Hukum harus berdiri untuk semua,” ujar Astri.

GMNI Sumba Barat, lanjut dia, akan terus mengawal perkembangan perkara tersebut agar tidak hilang dari perhatian publik.

“Kami akan memastikan persoalan ini tidak hilang dari perhatian publik dan mendorong aparat penegak hukum bekerja sampai perkara ini memperoleh kepastian hukum,” katanya.

Astri kembali menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi anak.

“Sekolah harus menjadi ruang aman bagi anak. Guru harus menjadi pelindung, bukan sumber ketakutan. Dan ketika kepercayaan itu disalahgunakan, maka hukum harus hadir memberikan keadilan bagi korban,” tegasnya.