Waikabubak, RakyatNTT.ID – Kapolres Sumba Barat AKBP Yohanis Nisa Pewali bersama sejumlah pejabat Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) mendatangi rumah duka keluarga JT, Rabu (16/9/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga JT, yang sebelumnya tewas dalam tindakan penembakan saat hendak diamankan polisi terkait kasus pencurian ternak.

Selain Kapolres Sumba Barat, hadir Dirintelkam Polda NTT Kombes Pol Danang Kuswoyo, Kabid TIK Polda NTT Kombes Pol Yoseph Krisbiyanto, sejumlah pejabat utama (PJU) Polres Sumba Barat, serta jajaran pemerintah Kecamatan Loli dan pemerintah desa.

Iklan

Kedatangan rombongan diterima oleh pihak keluarga JT.

Dalam pertemuan tersebut, keluarga JT juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi di Mapolres Sumba Barat pada Selasa (15/9/2026).

Sebelumnya, situasi di Mapolres Sumba Barat memanas setelah keluarga dan massa membawa jenazah JT ke Mapolres. Dalam peristiwa tersebut, sejumlah fasilitas Mapolres dilaporkan mengalami kerusakan dan sebuah kendaraan patroli polisi dibakar.

Kapolres Sumba Barat Yohanis Nisa Pewali menyampaikan belasungkawa kepada keluarga atas meninggalnya JT.

“Kami menyampaikan turut berduka cita atas apa yang menimpa korban dan keluarga. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi suasana duka ini,” ujar Yohanis.

Yohanis mengatakan kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya menjaga komunikasi antara kepolisian dengan keluarga dan masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar tetap kondusif.

Menurut dia, persoalan yang terjadi selanjutnya diselesaikan melalui proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam pertemuan itu, keluarga JT menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang terjadi di Mapolres Sumba Barat setelah jenazah JT dibawa ke lokasi tersebut.

Permohonan maaf itu disampaikan dalam suasana pertemuan yang berlangsung dengan baik antara keluarga, kepolisian, serta pemerintah setempat.

Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan meredakan ketegangan setelah rangkaian peristiwa yang terjadi pada Selasa.

Sebelumnya, polisi melakukan penyelidikan terhadap dugaan pencurian ternak di wilayah Sumba Barat dan Sumba Tengah.

Pada Selasa (15/9/2026), polisi melakukan penindakan terhadap sejumlah orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Menurut Kapolres Sumba Barat, dua anggota awalnya mendatangi rumah JT di wilayah Bali Ledo, Kecamatan Loli, untuk melakukan pengecekan. Kedua anggota tersebut disebut tidak membawa senjata.

Polisi kemudian menduga JT mengetahui kedatangan petugas dan masuk ke dalam rumah. Menurut keterangan Kapolres, JT kemudian keluar sambil membawa senjata tajam.

Kedua anggota tersebut kemudian mundur dan melaporkan kondisi itu kepada anggota lain yang membawa perlengkapan kepolisian.

Saat petugas kembali melakukan pengejaran, JT berlari ke arah belakang rumah hingga menuju semak-semak.

Kapolres mengatakan polisi telah memberikan tiga kali tembakan peringatan ke udara.

Namun, JT tetap berlari. Saat berada di sekitar semak-semak, JT disebut tersandung batu hingga terjatuh.

Petugas kemudian berupaya melumpuhkan JT dengan menembak bagian kaki. Namun, menurut Kapolres, karena JT terjatuh, proyektil justru mengenai bagian tubuh lainnya.

JT kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, sekitar pukul 10.20 WITA, JT dinyatakan meninggal dunia.

Jenazah kemudian dibawa ke Mapolres Sumba Barat setelah keluarga dan massa mendatangi lokasi.

Situasi selanjutnya memanas. Polisi menyebut terjadi kerusakan pada sejumlah fasilitas Mapolres dan sebuah kendaraan patroli dibakar.

Kapolres sebelumnya juga menyatakan bahwa pada saat menghadapi massa, personel di lapangan dibekali gas air mata dan peluru hampa, bukan peluru tajam.

Terkait adanya informasi mengenai korban lain yang diduga terkena proyektil dalam rangkaian kericuhan tersebut, Kapolres mengatakan penyebab pasti kematian korban masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut. (rnc29)