Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Polisi kemudian menduga JT mengetahui kedatangan petugas dan masuk ke dalam rumah. Menurut keterangan Kapolres, JT kemudian keluar sambil membawa senjata tajam.
Kedua anggota tersebut kemudian mundur dan melaporkan kondisi itu kepada anggota lain yang membawa perlengkapan kepolisian.
Saat petugas kembali melakukan pengejaran, JT berlari ke arah belakang rumah hingga menuju semak-semak.
Kapolres mengatakan polisi telah memberikan tiga kali tembakan peringatan ke udara.
Namun, JT tetap berlari. Saat berada di sekitar semak-semak, JT disebut tersandung batu hingga terjatuh.
Petugas kemudian berupaya melumpuhkan JT dengan menembak bagian kaki. Namun, menurut Kapolres, karena JT terjatuh, proyektil justru mengenai bagian tubuh lainnya.
JT kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, sekitar pukul 10.20 WITA, JT dinyatakan meninggal dunia.
Jenazah kemudian dibawa ke Mapolres Sumba Barat setelah keluarga dan massa mendatangi lokasi.
Situasi selanjutnya memanas. Polisi menyebut terjadi kerusakan pada sejumlah fasilitas Mapolres dan sebuah kendaraan patroli dibakar.
Kapolres sebelumnya juga menyatakan bahwa pada saat menghadapi massa, personel di lapangan dibekali gas air mata dan peluru hampa, bukan peluru tajam.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan