Jakarta, RakyatNTT.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan pada penutupan perdagangan Selasa, 28 September 2026. IHSG ditutup anjlok 1,51 persen atau 94,03 poin ke level 6.147,86.

Pada awal perdagangan, IHSG sudah menunjukkan pergerakan yang lesu dengan berada di level 6.209. Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak fluktuatif dengan level tertinggi mencapai 6.227 dan level terendah berada di 6.140.

Tekanan pasar terlihat dari dominasi saham yang mengalami penurunan. Berdasarkan data perdagangan, sebanyak 532 saham melemah, sementara hanya 180 saham menguat dan 81 saham lainnya stagnan.

Iklan

Aktivitas perdagangan juga berlangsung cukup tinggi. Volume transaksi tercatat mencapai 36,82 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp12,28 triliun. Sementara itu, frekuensi transaksi mencapai sekitar 1,6 juta kali.

Sektor Teknologi dan Bahan Baku Tertekan

Hampir sebagian besar sektor saham berada di zona merah pada perdagangan hari ini.

Sektor teknologi mencatat koreksi paling dalam dengan penurunan sebesar 4,46 persen. Disusul sektor bahan baku yang melemah 3,30 persen dan sektor siklikal yang terkoreksi 3,04 persen.

Sektor infrastruktur juga mengalami tekanan dengan penurunan 2,33 persen. Selanjutnya, sektor properti turun 1,60 persen, sektor keuangan melemah 1,19 persen, dan sektor non-siklikal terkoreksi 0,98 persen.

Sektor kesehatan juga berada di zona merah dengan penurunan 0,66 persen, sementara sektor industri terkoreksi 0,32 persen.

Di sisi lain, tidak seluruh sektor mengalami pelemahan. Sektor energi masih mampu mencatat kenaikan tipis sebesar 0,04 persen. Sektor transportasi juga menguat 0,47 persen.

TAMU hingga BLTA Masuk Jajaran Top Gainers

Di tengah tekanan IHSG, sejumlah saham justru mencatat penguatan signifikan.

Saham Pelayaran Tamarin Samudra (TAMU) memimpin jajaran top gainers dengan kenaikan 34,62 persen.

Di posisi berikutnya, saham Berlian Laju Tanker (BLTA) menguat 34,38 persen, sedangkan saham MIRA mencatat kenaikan sebesar 33,33 persen.

Kinerja saham-saham tersebut bergerak berlawanan dengan mayoritas saham di pasar yang mengalami tekanan pada perdagangan Selasa.

FORU jadi Saham dengan Penurunan Terdalam

Sementara dari jajaran saham yang mengalami pelemahan, Fortune Indonesia (FORU) mencatat penurunan terdalam dengan terkoreksi 15,00 persen.

Penurunan serupa juga dialami saham Triniti Dinamik (TRUE) yang melemah 15,00 persen. Sementara saham Hotel Sahid Jaya International (SHID) turun 14,92 persen.

Dengan penutupan di level 6.147,86, IHSG mencatat tekanan cukup signifikan pada perdagangan Selasa. Dominasi saham yang melemah menunjukkan luasnya tekanan di pasar, meskipun beberapa sektor dan saham individual masih mampu mencatat penguatan. (*/rnc)