Faktor lain yang mendukung emas adalah penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun. Yield yang lebih rendah mengurangi keunggulan relatif aset berbunga dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil tetap.

Pasar Masih Mencermati Kebijakan The Fed

Pergerakan emas kali ini terjadi hanya sehari setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75 persen-4 persen. Keputusan tersebut disetujui secara bulat oleh anggota Federal Open Market Committee (FOMC).

Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan fokus bank sentral AS terhadap pengendalian inflasi. Proyeksi terbaru The Fed juga menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat melihat kemungkinan masih dibutuhkannya kenaikan suku bunga tambahan pada 2026.

Iklan

Meski kenaikan suku bunga secara umum dapat menekan emas karena meningkatkan daya tarik aset yang memberikan imbal hasil, reaksi pasar pada perdagangan Kamis justru menunjukkan pemulihan harga bullion.

Pasar juga memperhitungkan bahwa sebagian tekanan dari ekspektasi kenaikan suku bunga telah tercermin dalam harga sebelum keputusan The Fed diumumkan.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar pada Kamis memperkirakan probabilitas sekitar 51 persen untuk kenaikan suku bunga berikutnya pada pertemuan Oktober, meningkat dari sekitar 44 persen sehari sebelumnya.

Perak hingga Paladium Ikut Menguat

Penguatan tidak hanya terjadi pada emas. Sejumlah logam mulia lainnya juga mencatat kenaikan signifikan.