Menurut Prof. Intje, salah satu kegiatan yang rutin dilakukan dalam kerja sama tersebut adalah kunjungan studi banding mahasiswa pascasarjana.

Tahun ini, kegiatan tersebut memasuki tahun kedua dengan mengusung tema Ketahanan Pangan dan Gizi.

Fokus kunjungan diarahkan untuk mencari solusi dalam mempercepat penanganan stunting melalui pengembangan pangan lokal, pengelolaan lahan kering, peningkatan ketersediaan pangan rumah tangga, pengolahan pangan, hingga pengembangan UMKM.

Pertemuan tersebut juga membuka peluang kerja sama baru berupa pertukaran mahasiswa dengan Poltekkes Kemenkes Kupang, khususnya Program Studi Gizi.

Program tersebut diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa dari kedua negara untuk saling mempelajari praktik baik dalam pengembangan pangan lokal dan peningkatan kualitas gizi masyarakat.

Audiensi Gubernur NTT bersama rombongan UNPAZ kemudian diakhiri dengan penyerahan cenderamata. Momen tersebut menjadi simbol persahabatan sekaligus komitmen untuk terus memperluas ruang kerja sama antara NTT dan Timor-Leste.

Dengan penguatan kolaborasi di bidang pendidikan, kesehatan, pangan dan gizi, hubungan NTT dan Timor-Leste diharapkan tidak hanya semakin erat secara sosial dan budaya, tetapi juga menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat di kedua wilayah. (*/rnc)