Melki mengatakan pembangunan manusia tidak cukup hanya dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Pembangunan juga harus menyentuh aspek karakter, spiritualitas, kejernihan hati, dan keluhuran budi.

Dalam konteks tersebut, Al-Qur’an dinilai memiliki peran penting sebagai sumber nilai sekaligus pedoman kehidupan.

“Bagi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, keikutsertaan dalam MTQ merupakan bagian penting dari upaya membangun manusia NTT yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki kekuatan iman, kedalaman spiritual, kemuliaan akhlak, serta kepedulian terhadap sesama,” tegasnya.

Iklan

Al-Qur’an Jadi Kompas Generasi Muda di Tengah Perubahan Zaman

Gubernur Melki juga menyoroti perubahan zaman yang berlangsung semakin cepat serta derasnya arus informasi yang dihadapi masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan pegangan moral yang kuat agar generasi muda tidak kehilangan arah.

Ia menilai Al-Qur’an dapat menjadi kompas kehidupan yang menuntun manusia untuk tetap berpegang pada nilai kebenaran, keadilan, kasih sayang, dan kemanusiaan.

“Di tengah derasnya arus zaman, Al-Qur’an tentu akan menjadi kompas yang menuntun arah, cahaya yang menerangi langkah, dan jangkar yang menjaga hati agar tidak kehilangan pijakan,” katanya.