Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menurutnya, fasilitas yang dibangun di kawasan Kampung Toleransi harus dapat menjadi tempat perjumpaan berbagai kelompok masyarakat, sekaligus mendukung kegiatan pelayanan dan pembinaan spiritual.
“Keberadaan fasilitas di wilayah ini ditujukan untuk memaksimalkan fungsi sosial sebagai ruang perjumpaan bagi seluruh masyarakat, meskipun terdapat perbedaan sistem pengelolaan yang membuatnya tidak bisa dibandingkan secara langsung dengan gereja atau pondok ibadah biasa,” ujar Pdt. Semuel.
Ia mengusulkan agar gedung tersebut dirancang sebagai rumah spiritualitas berbasis perjumpaan yang memiliki konsep fleksibel.
Dengan konsep tersebut, fasilitas dapat digunakan secara bergantian oleh Unit Pembantu Pelayanan (UPP), Badan Pembantu Pelayanan (BPP) Sinode, jemaat dari klasis lain maupun kelompok pelayanan lainnya.
Selain ibadah, tempat tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk kegiatan doa, retret, pembinaan rohani hingga diskusi dan interaksi sosial secara informal.
Lengkapi Rumah Ibadah di Kampung Toleransi
Ketua Majelis Klasis Kupang Timur, Pdt. Elmodan H. Naimasus, mengatakan pembangunan sarana ibadah Protestan merupakan langkah penting untuk melengkapi fasilitas peribadatan umat beragama lain yang telah tersedia di kawasan tersebut.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan