Kupang, RakyatNTT.ID – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus mengalir dari berbagai pihak. Kali ini, PT Freeport Indonesia (PTFI) menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai total Rp2,5 miliar melalui Pemerintah Provinsi NTT.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Presiden Direktur PTFI Tony Wenas kepada Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena di Ruang Rapat Gubernur NTT, Selasa (1/9/2026) siang.

Bantuan tersebut bersumber dari kontribusi perusahaan, donasi karyawan, serta dukungan melalui skema double match.

Iklan

Selain bantuan melalui pemerintah daerah, PTFI juga bekerja sama dengan Human Initiative (HI) untuk membantu masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo, Manggarai dan Manggarai Timur.

PTFI Bantu Empat Sektor Penanganan Bencana

Dalam program tanggap bencana tersebut, PTFI bersama Human Initiative memberikan dukungan pada empat sektor utama, yakni pangan dan gizi, air, sanitasi dan higiene, hunian dan permukiman, serta layanan kesehatan dasar.

Pada tahap tanggap darurat, bantuan yang disalurkan melalui Human Initiative mencapai 700 paket yang terdiri dari Bedding Kits, Personal Hygiene Kits, Shelter Kit dan sembako.

Selain itu, PTFI turut mendukung pembangunan lima Hunian Sementara (Huntara) dan empat Sekolah Darurat bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Dukungan kemanusiaan juga diberikan melalui Palang Merah Indonesia (PMI). PTFI mengalokasikan masing-masing 300 paket Hygiene Kit, Sembako, Shelter Kit dan Bedding Kit dengan total nilai bantuan mencapai Rp500 juta.

Gubernur NTT Apresiasi Kepedulian Freeport

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Freeport Indonesia atas kepeduliannya terhadap masyarakat Flores yang tengah menghadapi dampak bencana.

Menurut Gubernur, bantuan dari dunia usaha dan berbagai pihak merupakan wujud nyata solidaritas serta semangat gotong royong dalam menghadapi bencana.

Dukungan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, tetapi juga memberikan semangat bagi warga untuk bangkit dan memulihkan kehidupan mereka.

“Atas nama Pemerintah Provinsi NTT dan masyarakat NTT, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada PT Freeport Indonesia yang telah memberikan perhatian dan bantuan bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana gempa bumi di Flores,” ungkap Gubernur.

Gubernur menegaskan, penanganan bencana membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri sehingga dukungan dunia usaha, lembaga sosial, organisasi, komunitas dan masyarakat luas sangat diperlukan.

Ia juga mengapresiasi langkah PTFI yang sejak awal telah mengirimkan tim untuk membantu penanganan korban di lapangan.

Gubernur Dorong Freeport Lanjutkan Bantuan Pascabencana

Gubernur Melki berharap keterlibatan PTFI tidak berhenti pada tahap tanggap darurat. Ia mendorong perusahaan tersebut dapat melanjutkan dukungan hingga masa pemulihan pascabencana, khususnya terhadap fasilitas publik yang mengalami kerusakan.

“Kalau boleh nanti setelah bantuan tanggap darurat ini, mungkin ada beberapa fasilitas sarana prasarana fasilitas publik yang bisa PTFI secara khusus dampingi sampai betul-betul pulih,” kata Gubernur.

Menurutnya, kebutuhan pemulihan pascabencana sangat besar. Di sisi lain, pemerintah daerah menghadapi keterbatasan anggaran dan membutuhkan waktu untuk melakukan penyesuaian anggaran.

“Kita berharap kolaborasi seperti ini terus bergerak. Bukan hanya untuk tanggap darurat, tetapi juga untuk memastikan masyarakat dan fasilitas pelayanan publik bisa kembali normal,” pungkasnya.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada Human Initiative, PMI, Dana Kemanusiaan Kompas serta seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam membantu masyarakat terdampak gempa di Flores.

Menurutnya, solidaritas lintas daerah dan lintas sektor menjadi modal penting bagi NTT dalam menghadapi bencana sekaligus mempercepat proses pemulihan.

Enam Personel Freeport Dikirim ke NTT

Sementara itu, Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan keterlibatan perusahaan dalam penanganan gempa Flores telah dimulai sejak pertengahan Agustus 2026.

PTFI mengirimkan enam personel yang terdiri dari dua dokter, satu paramedis dan tiga rescuer. Tim tersebut berada di NTT sejak 22 Agustus hingga menyelesaikan tugas pada 30 Agustus 2026.

Selama berada di lapangan, tim membantu proses penyelamatan sekaligus memberikan pelayanan medis kepada masyarakat terdampak.

“Hampir 500 orang yang dirawat karena kami mengirimkan dua dokter, satu paramedis, dan tiga rescuer,” kata Tony.

Menurut Tony, kedekatan wilayah timur Indonesia menjadi salah satu alasan PTFI memberikan perhatian terhadap bencana yang terjadi di Flores.

“NTT merupakan tetangga dekat dari Papua. Kekerabatan wilayah timur ini mendorong kami untuk berbuat lebih bagi sesama. Selain itu, Bapak Gubernur ini juga kawan lama saya yang sudah lebih dari 20 tahun. Saya rasa dengan kekerabatan yang erat ini juga yang menguatkan keputusan saya untuk hadir di sini dan memberikan bantuan,” ujarnya.

Tony Wenas Ajak Perusahaan Lain Ikut Membantu

Tony menegaskan, bantuan yang diberikan PTFI merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.

Ia berharap langkah tersebut dapat mendorong perusahaan lain untuk ikut mengambil bagian dalam membantu masyarakat terdampak bencana.

“Kami bawa dengan satu niat yang tulus untuk membantu sesama kita dan bisa kemudian memicu perusahaan-perusahaan yang lain untuk ikut melakukan hal seperti ini,” katanya.

Dukungan PTFI tersebut menambah daftar bantuan dari berbagai pihak untuk masyarakat terdampak gempa Flores. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga kemanusiaan dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat pemulihan serta membantu warga kembali menjalani kehidupan secara normal. (*/rnc)