Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Hendrikus juga mendorong BPBD Kota Kupang menyiapkan instrumen pemantauan dan evaluasi secara berkala. Dengan demikian, kemajuan pelaksanaan RKK dapat diukur berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
Ia optimistis keenam kecamatan dapat melanjutkan capaian menuju status Madya setelah sebelumnya berhasil mencapai Pratama dalam waktu kurang dari satu tahun sejak pembentukan satuan tugas dan penyusunan RKK.
Manajer Program SIAP SIAGA NTT, Silvia Fanggidae, mengatakan ketangguhan kecamatan tidak cukup dibangun melalui pengetahuan teknis dan pemahaman prosedur kebencanaan.
Menurutnya, komunikasi antara kecamatan dan BPBD perlu dibangun sebelum bencana terjadi. Hal tersebut harus disertai relasi yang baik, jejaring yang kuat, serta sensitivitas dan empati terhadap masyarakat.
Dengan fondasi tersebut, kecamatan diharapkan mampu menjalankan perannya secara tepat ketika bencana terjadi, termasuk memastikan bantuan menjangkau warga yang membutuhkan.
Silvia menyebut Kota Kupang dan Kabupaten Kupang termasuk wilayah yang relatif maju dalam penerapan KENCANA di Indonesia dan kerap dilibatkan dalam diskusi perumusan kebijakan di tingkat pusat.
“Saya yakin langkah menuju KENCANA Madya akan memperkuat peran kecamatan dan memberikan manfaat yang lebih konkret bagi masyarakat,” ujarnya.
Isu Lintas Kecamatan jadi Fokus Kolaborasi
Program Policy Officer SIAP SIAGA NTT, Selvister Ndaparoka, mengatakan masing-masing kecamatan dapat memilih isu yang perlu ditangani secara bersama.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan