Bagi mama-mama pelaku usaha di Ajaobaki, nilai-nilai tersebut kemudian bertemu dengan kebutuhan yang lebih konkret: bagaimana usaha dapat berkembang, produk lokal memiliki nilai tambah, ekonomi keluarga semakin kuat dan perempuan dapat berpartisipasi lebih besar dalam pembangunan.

Dari ruang pertemuan di Kantor Desa Ajaobaki, pembahasan Empat Pilar berkembang menjadi ruang aspirasi mengenai pentingnya memperkuat kapasitas dan kemandirian ekonomi perempuan di tingkat masyarakat. (*/rnc)