SABU RAIJUA, RakyatNTT.ID – Bupati Sabu Raijua, Krisman B. Riwu Kore, mewakili Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melkiades Laka Lena, resmi membuka Pelatihan Kreativitas Pemuda Bidang Kriya/Handycraft dan Desain Fashion Tingkat Provinsi NTT Tahun 2026 di Kabupaten Sabu Raijua.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Penginapan Manna, Kecamatan Sabu Barat, Sabtu (26/9/2026), sebagai bagian dari upaya Pemerintah Provinsi NTT meningkatkan kapasitas, kreativitas, keterampilan, inovasi, dan kemandirian ekonomi generasi muda.

Pelatihan ini sekaligus diarahkan untuk mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal yang dimiliki masing-masing daerah, termasuk Kabupaten Sabu Raijua.

Turut hadir Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT yang diwakili Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda, Veneranda Moi, jajaran Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sabu Raijua, para instruktur, panitia, serta peserta pelatihan.

Sebanyak 35 pemuda berusia 16 hingga 30 tahun mengikuti pelatihan yang berlangsung selama tiga hari tersebut. Metode pelatihan menggabungkan penyampaian materi dengan praktik langsung agar peserta memiliki keterampilan yang dapat diterapkan dalam kegiatan ekonomi produktif.

Materi yang diberikan mencakup pengetahuan dasar seni kriya, perencanaan bisnis, praktik pembuatan kerajinan tangan, pembuatan aksesori fashion, hingga teknik mendesain dan memadupadankan busana dengan memanfaatkan bahan lokal, khususnya kain tenun.

Pemuda Didorong Kembangkan Usaha Kreatif

Dalam laporan panitia yang disampaikan Veneranda Moi, dijelaskan bahwa pelatihan tersebut dilatarbelakangi pentingnya pembinaan dan pemberdayaan pemuda sebagai sumber daya manusia potensial dalam pembangunan daerah.

Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini bertujuan membuka wawasan dan menumbuhkan minat pemuda dalam mengembangkan usaha ekonomi kreatif.

Peserta juga didorong meningkatkan daya kreasi dan inovasi serta membangun pola pikir positif dan produktif dalam menghadapi tantangan ekonomi.

Tidak hanya mendapatkan keterampilan, peserta akan diarahkan membentuk kelompok usaha pemuda. Kelompok yang terbentuk berkesempatan memperoleh bantuan modal usaha sebesar Rp11 juta per kelompok, sesuai mekanisme dan persyaratan yang ditetapkan, termasuk penyusunan proposal usaha.

Bupati Krisman Apresiasi Perhatian Pemprov NTT

Bupati Krisman B. Riwu Kore menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT yang terus membangun kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Menurut Krisman, program pelatihan seperti ini memberikan ruang bagi pemuda Sabu Raijua untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mengembangkan potensi lokal menjadi peluang ekonomi produktif.

“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sabu Raijua, kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT atas kolaborasi untuk menghadirkan kegiatan pelatihan seperti ini. Bukan hanya pelatihan ini saja, tetapi sebelumnya juga sudah ada berbagai pelatihan di bidang lainnya,” ujar Bupati.

Ia berharap peserta tidak menjadikan pelatihan tersebut sekadar kegiatan seremonial. Ilmu dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dan dikembangkan menjadi usaha yang berkelanjutan.

Kreativitas Jadi Modal Pemuda Hadapi Tantangan Zaman

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Krisman juga membacakan sambutan tertulis Gubernur NTT Melkiades Laka Lena.

Gubernur menyampaikan bahwa pelatihan kreativitas pemuda merupakan langkah penting untuk membangun generasi muda yang inovatif dan kreatif.

Menurutnya, di tengah berbagai perubahan dan tantangan, kreativitas menjadi aset penting yang dapat membantu pemuda menghadapi persoalan sekaligus membuka peluang ekonomi.

“Pelatihan ini bertujuan untuk membuka cakrawala pemikiran, mengasah keterampilan, dan memberikan inspirasi bagi para pemuda untuk berkreasi,” demikian pesan Gubernur yang dibacakan Bupati Krisman.

Gubernur menyebut kegiatan tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, yang menempatkan pemerintah, masyarakat, dan organisasi kepemudaan sebagai bagian penting dalam pembinaan, pengembangan, serta fasilitasi potensi dan kewirausahaan pemuda.

Melalui pelatihan praktis kewirausahaan, pemuda diharapkan mampu meningkatkan partisipasi dalam bidang ekonomi, membangun kemandirian, serta mengembangkan keterampilan menjadi peluang usaha.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Kapasitas Daya Saing Kepemudaan Tahun 2026, yang mendukung Dasa Cita 2, yakni “Perempuan dan Milenial Motor Kreativitas Lokal.”

Gubernur berharap pelatihan tersebut tidak hanya menghasilkan pemuda yang memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu memperkuat kontribusi generasi muda dalam pembangunan ekonomi daerah secara mandiri dan berkelanjutan.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersinergi dalam memberdayakan dan mengembangkan potensi pemuda NTT agar semakin kreatif, inovatif, dan mandiri.

Dengan keterampilan yang diperoleh, pemuda Sabu Raijua diharapkan mampu mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi, membangun jejaring usaha, serta menciptakan peluang ekonomi baru.

Kreativitas tersebut pada akhirnya diharapkan tidak berhenti sebagai keterampilan, tetapi berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang mendukung kemandirian masyarakat serta pembangunan Kabupaten Sabu Raijua dan NTT. (*/rnc)