“Yang perlu diingat adalah penelitian ini sifatnya asosiasi, bukan penyebab langsung kematian. Namun hasilnya tetap perlu dicermati dan jadi pengingat untuk menjaga pola tidur lebih baik,” ujar dr Adam.

Artinya, seseorang yang terbiasa bangun lebih dari pukul 08.00 tidak serta-merta memiliki risiko meninggal hanya karena waktu bangunnya. Masih terdapat berbagai faktor lain yang dapat memengaruhi kesehatan dan risiko kematian.

Pentingnya Menjaga Jadwal Tidur dan Bangun

Temuan tersebut menjadi pengingat bahwa kualitas dan keteraturan pola tidur juga penting untuk diperhatikan, bukan sekadar mengejar durasi tidur yang panjang.

Iklan

Menjaga jadwal tidur dan bangun secara konsisten dapat membantu tubuh mempertahankan ritme sirkadian yang lebih teratur. Waktu tidur pun sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh serta aktivitas sehari-hari.

Karena itu, bagi orang yang terbiasa tidur sangat larut kemudian bangun kesiangan, perubahan pola secara bertahap dapat menjadi salah satu langkah untuk membangun rutinitas tidur yang lebih teratur.

Pada akhirnya, menjaga pola tidur bukan hanya tentang berapa lama seseorang tidur, tetapi juga kapan tubuh terbiasa tidur dan bangun secara konsisten. (*/rnc)