Selain itu, Banggar menyoroti kebutuhan beasiswa pendidikan dokter, baik dokter umum maupun dokter spesialis.

Sejumlah kebutuhan spesialis yang disebut antara lain dokter paru-paru, bedah, patologi klinik, anatomi, kandungan serta dokter anak.

Kebutuhan tersebut disebut belum dianggarkan dalam APBD Murni 2025 maupun APBD Murni 2026 sehingga perlu menjadi perhatian pemerintah daerah.

Iklan

Antisipasi Bencana dan Pengadaan Tanah Batalyon TNI

Dalam menghadapi potensi bencana, pemerintah juga menyiapkan anggaran antisipasi.

Salah satunya berupa tambahan anggaran pengadaan tanah sekitar Rp5 miliar lebih untuk kebutuhan tanah bagi pengadaan batalion baru TNI AD.

Selain itu, disiapkan pula Belanja Tak Terduga (BTT) sekitar Rp3 miliar lebih untuk mengantisipasi kebutuhan penanganan bencana.

Banggar menilai kebutuhan tersebut perlu ditempatkan dalam kerangka kesiapsiagaan pemerintah daerah menghadapi kondisi darurat.

Catatan Banggar Jadi Bahan Evaluasi APBD Berikutnya

Dalam laporan yang dibacakan Ketua Banggar Johni Tulimau, sejumlah kebutuhan yang belum dapat dipenuhi melalui Perubahan APBD 2026 dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah pada tahun anggaran berikutnya.

Hasil pembahasan komisi, berbagai usulan dalam rapat gabungan komisi, serta pandangan umum fraksi diharapkan menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Alor untuk ditindaklanjuti dalam pelaksanaan APBD Perubahan 2026.