Dengan perubahan tersebut, APBD Kabupaten Alor yang sebelumnya mencatat surplus sekitar Rp3 miliar, berubah menjadi defisit sekitar Rp88,5 miliar.

Defisit tersebut ditutup melalui pembiayaan netto dengan nilai yang sama.

Banggar Minta Program Perubahan APBD Realistis

Banggar DPRD Alor mengingatkan Pemerintah Kabupaten Alor agar memperhatikan kemampuan pelaksanaan program dan kegiatan. Hal ini mengingat waktu pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026 semakin terbatas.

Iklan

Banggar meminta anggaran perubahan lebih diarahkan pada kebutuhan yang prioritas dan mendesak, serta kegiatan yang realistis untuk diselesaikan dalam tahun anggaran berjalan.

“Catatan kritis” tersebut menjadi bagian dari evaluasi Banggar agar perubahan APBD tidak hanya menambah alokasi anggaran, tetapi juga mempertimbangkan efektivitas dan kemampuan pemerintah dalam merealisasikan program.

Infrastruktur jadi Sorotan

Sektor infrastruktur menjadi salah satu perhatian utama Banggar DPRD Alor.

Pemerintah daerah diminta memperhatikan pembangunan dan perbaikan jalan, jembatan dan irigasi yang mengalami kerusakan, termasuk sejumlah infrastruktur yang terdampak Badai Seroja pada 2021.

Beberapa ruas jalan yang disebut dalam catatan Banggar antara lain:

  • Jalan Fanating menuju Kecamatan Mataru;
  • Ruas Ruilak–Sliwati–Batublat;
  • Jalan lingkungan di Desa Lendola, khususnya Kampung Pisang menuju Domloli;
  • Jalan lingkungan di Kelurahan Welai Barat;
  • Peningkatan jalan menuju SMA Negeri Kolana Utara.

Banggar menilai kebutuhan infrastruktur tersebut perlu menjadi perhatian dalam menentukan prioritas penggunaan anggaran perubahan.

Banggar Soroti Kewajiban Pembayaran Rumah Sakit

Di bidang kesehatan, Banggar turut menyoroti kebutuhan rumah sakit, terutama terkait penyelesaian kewajiban pembayaran yang masih tertunda.