“Ini untuk mengurangi biaya. ASN dan masyarakat tidak perlu lagi ke Kupang untuk melakukan servis. Ini bagian dari upaya efisiensi,” jelasnya.

Bupati meminta seluruh OPD memanfaatkan layanan tersebut untuk kendaraan dinas yang kerusakannya memungkinkan ditangani di Sabu Raijua.

“Kita melakukan efisiensi anggaran. Dari keterbatasan anggaran ini, kita berkomitmen untuk tetap menjalankan program yang prioritas,” ujarnya.

Iklan

Sekitar 50 Persen Jalan Belum Tertangani Maksimal

Di sektor infrastruktur, Krisman mengakui kebutuhan pembangunan jalan di Sabu Raijua masih cukup besar.

Ia menyebut sekitar 50 persen jalan di wilayah tersebut belum tertangani secara maksimal. Namun, keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus menentukan skala prioritas.

“Belum maksimal, tetapi kita usaha. Dari yang awalnya nol, kita upayakan tetap ada pembangunan jalan dengan tetap menggunakan skala prioritas,” katanya.

Ruas jalan dengan tingkat kerusakan paling parah menjadi perhatian utama pemerintah untuk ditangani secara bertahap, termasuk sejumlah ruas di wilayah Djadu, Loborui dan lokasi lainnya.

Sementara ruas jalan yang belum beraspal tetap menjadi perhatian, tetapi penanganannya akan disesuaikan dengan kondisi kerusakan dan kemampuan keuangan daerah.

ASN Diminta Jadi Penyambung Informasi kepada Masyarakat

Di hadapan seluruh peserta apel, Bupati juga meminta ASN berperan aktif sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.