Glen menegaskan, pemerintah tidak boleh menunggu jatuhnya korban berikutnya untuk kembali melakukan tindakan.

“Negara harus mampu memastikan agar ke depan kejadian seperti ini jangan sampai terjadi lagi. Perlu adanya mitigasi yang konkret untuk mencegah hal yang sama terjadi kembali. Jangan menunggu korban berikutnya baru kemudian negara kembali bertindak,” pungkasnya.

BEM UNDANA menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap pelaku merupakan sebuah keharusan. Namun, upaya pencegahan juga menjadi bagian penting dari tanggung jawab negara.

Iklan

Bagi BEM UNDANA, keadilan untuk Wili Mbuik tidak cukup hanya dengan menemukan siapa pelaku penembakan. Keadilan juga harus diwujudkan melalui perbaikan sistem perlindungan warga agar masyarakat tidak terus menjadi korban kekerasan.

BEM UNDANA menyerukan kepada pemerintah dan aparat keamanan agar kasus tersebut menjadi bahan evaluasi serius terhadap sistem perlindungan warga negara di wilayah rawan konflik.

Masyarakat sipil, menurut mereka, tetap memiliki hak mendasar untuk hidup, bekerja dan menjalankan aktivitas dalam rasa aman.

Bagi keluarga besar UNDANA, Wili Mbuik akan selalu menjadi bagian dari almamater.

Duka atas kepergiannya diharapkan tidak berhenti sebagai kesedihan, tetapi menjadi dorongan untuk memastikan penegakan hukum berjalan dan tragedi serupa tidak kembali terjadi.