Pertama, mempersiapkan sosialisasi Panduan Teknis Penyusunan RAD API Kabupaten/Kota. Kedua, memperkuat kapasitas penyusunan proposal pendanaan aksi iklim.

Untuk agenda pendanaan, tahapan kerja telah disiapkan mulai September 2026.

Masing-masing bidang dalam Pokja Perubahan Iklim akan mengidentifikasi isu prioritas, mitra kolaborasi, organisasi masyarakat sipil, komunitas, forum lokal serta calon donor.

Hasil pemetaan tersebut nantinya menjadi bahan untuk pelatihan penyusunan proposal yang direncanakan berlangsung pada Oktober-November 2026.

Materi pelatihan antara lain mencakup pengenalan Theory of Change (ToC), penyusunan concept note dari masing-masing bidang serta teknik penyusunan proposal.

Peserta direncanakan berasal dari Pokja Perubahan Iklim tingkat provinsi dan kabupaten/kota, Sekretariat Bersama di Manggarai, perangkat daerah teknis yang terkait dengan lima bidang prioritas, NGO, CSO, forum dan komunitas.

Sejumlah lembaga juga telah diidentifikasi sebagai calon narasumber atau mitra pelatihan, di antaranya BPDLH, Penabulu, GEF-SGP serta sejumlah BUMN seperti PLN, Pertamina dan Pelindo.

Langkah tersebut menandai upaya NTT untuk membawa agenda adaptasi perubahan iklim dari tahap perencanaan menuju aksi konkret.