Jika kondisi tersebut terjadi pada pembuluh darah yang memasok organ vital, dampaknya dapat menjadi serius.

“Dan ingat kalau namanya serangan jantung atau stroke, itu sebenarnya adalah masalah pembuluh darah,” ujar dr. Vito.

Waspadai Paparan Abu Vulkanik

Paparan abu vulkanik perlu diwaspadai, terutama ketika aktivitas gunung api meningkat dan abu terbawa angin ke wilayah permukiman.

Selain dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan, paparan partikel abu vulkanik dalam kondisi tertentu juga dapat memberikan dampak terhadap sistem kardiovaskular.

Karena itu, masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik dianjurkan mengurangi paparan langsung dan menggunakan perlindungan pernapasan yang sesuai ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

Kelompok yang memiliki faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah juga perlu lebih berhati-hati. Apabila muncul keluhan kesehatan setelah terpapar abu vulkanik, pemeriksaan medis dapat menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi tubuh.

Peringatan ini menjadi pengingat bahwa dampak erupsi gunung api tidak berhenti pada gangguan pernapasan. Partikel abu vulkanik yang sangat halus juga perlu diperhatikan karena dapat memicu respons peradangan di dalam tubuh, termasuk pada sistem pembuluh darah. (*/rnc)