Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Uji petik yang dilakukan Dinas Perikanan juga menemukan sejumlah mesin dalam kondisi rusak.
“Kemarin kami uji petik di lapangan memang ditemukan ada beberapa mesin rusak. Sementara perahu tidak beroperasi, namun para pemilik mengajukan permintaan rekomendasi ke dinas,” ujarnya.
Satu Alat Tangkap Disebut Mendapat Rekomendasi untuk Empat Perahu
Temuan lain disampaikan Yeanes terkait pemilik alat tangkap atas nama Syarif Duru.
Berdasarkan pemeriksaan lapangan, alat tangkap yang dimiliki disebut hanya satu. Namun, rekomendasi disebut diterbitkan untuk empat perahu.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai proses verifikasi sebelum rekomendasi diterbitkan dan menjadi salah satu hal yang perlu dijelaskan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
Dinas Perikanan Rote Ndao mencatat telah menerbitkan sekitar 350 rekomendasi BBM nelayan sepanjang 2026.
Selama ini, rekomendasi disebut diterbitkan berdasarkan dokumen yang diserahkan pemohon, terutama Pas Kecil. Namun, pemeriksaan lapangan kemudian menemukan sejumlah data yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
“Memang di lapangan barulah kami mengetahui ada ketidakbenaran yang tidak sesuai,” ujar Selviana.
Tata Kelola Rekomendasi Jadi Sorotan
Rangkaian temuan tersebut membuat tata kelola rekomendasi BBM menjadi perhatian. Sebab, rekomendasi merupakan salah satu dokumen yang menjadi dasar akses nelayan terhadap BBM bersubsidi.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan