“Kita tidak bisa mengubah arah angin, tetapi kita bisa mengubah arah layar kita. Itulah adaptif. Kita harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman supaya tidak ketinggalan,” ujarnya.

Secara khusus, ia meminta para guru mempelajari dan memanfaatkan AI untuk mendukung proses pembelajaran. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk mencari bahan ajar, mengembangkan ide pembelajaran hingga membuat materi visual yang lebih menarik bagi siswa.

Namun, Christian mengingatkan agar AI tidak dipandang sebagai pengganti guru.

Iklan

“Jangan AI yang menguasai kita, tetapi kita yang harus menguasai AI. AI tidak akan menggantikan peran guru, karena guru mendidik dengan hati. AI justru harus menjadi alat yang memperkuat guru,” tegasnya.

40 Sekolah Dapat Dukungan Infrastruktur Digital

Program kolaborasi tersebut tidak hanya berupa pelatihan AI. Telkom juga memberikan dukungan infrastruktur digital berupa 40 unit komputer untuk 40 sekolah di Kota Kupang.

Wali Kota menilai bantuan tersebut merupakan bagian dari investasi terhadap sumber daya manusia, bukan sekadar kegiatan seremonial atau penyerahan perangkat teknologi.

Menurutnya, pembangunan Kota Kupang tidak cukup hanya dilakukan melalui pembangunan infrastruktur fisik. Peningkatan kualitas manusia, terutama melalui pendidikan, juga menjadi bagian penting dalam menentukan masa depan daerah.