Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menurutnya, Sabu Raijua memiliki sejarah panjang dan kekayaan budaya yang luar biasa. Catatan sejarah, manuskrip, arsip dan dokumentasi budaya yang tersimpan selama ratusan tahun menyimpan pengetahuan penting tentang kehidupan sosial, sistem adat, tata kelola pangan, hubungan manusia dengan alam hingga cara masyarakat bertahan menghadapi berbagai tantangan.
Karena itu, tema “Pangan, Bencana dan Resiliensi” dinilai sangat relevan dengan perjalanan kehidupan masyarakat Sabu Raijua.
Pameran tersebut tidak hanya mengajak masyarakat melihat masa lalu, tetapi juga memahami bagaimana para leluhur membangun pengetahuan, kemampuan beradaptasi dan strategi bertahan hidup di tengah berbagai kondisi alam.
Kebudayaan Sabu Tak Hanya Seni dan Ritual
Thobias mengatakan, pembicaraan mengenai kebudayaan Sabu Raijua selama ini sering lebih banyak diarahkan pada seni, tarian, tenun, ritual adat dan sistem kepercayaan.
Padahal, menurut dia, kebudayaan memiliki cakupan yang jauh lebih luas.
“Pengetahuan tentang sistem pangan, pola makan, pemanfaatan sumber daya alam, serta strategi masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan merupakan bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai besar dan tidak boleh dilupakan,” katanya.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan