Berdasarkan laporan pemerintah daerah, sebanyak 26 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Sebagian korban telah dievakuasi menggunakan helikopter BNPB dan dibawa ke posko utama di Labuan Bajo. Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur juga telah memberikan santunan secara langsung kepada keluarga dari 26 korban meninggal dunia.

Dampak gempa terhadap permukiman warga juga cukup besar. Sebanyak 12.423 rumah tercatat terdampak, dengan rincian:

Iklan
  • 3.917 rumah rusak ringan;
  • 3.837 rumah rusak sedang;
  • 4.669 rumah rusak berat.

Selain rumah warga, kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas dan infrastruktur publik.

Tercatat 9 ruas jalan, 7 jembatan, 8 jaringan irigasi, 286 sekolah, 24 puskesmas, 42 rumah ibadah, dan 58 fasilitas pemerintah mengalami kerusakan akibat bencana.

Sembilan Dokter Disiapkan untuk Pelayanan Kesehatan

Untuk mendukung penanganan kesehatan masyarakat terdampak, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur telah menyiapkan sembilan dokter.

Pemkab juga telah mendapatkan pelatihan dari Palang Merah Indonesia (PMI) terkait asesmen dan pengumpulan data di lapangan.

Dukungan logistik pangan juga disiapkan. Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur telah menyediakan 5 ton beras untuk masyarakat yang terdampak gempa.

Wagub NTT: Kebutuhan Dasar Harus jadi Prioritas

Johni menegaskan penanganan bencana harus dilakukan secara bertahap. Tahap awal harus difokuskan pada pendataan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.