Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Selanjutnya, para peternak mendapatkan pendampingan secara langsung melalui praktik pembuatan pakan fermentasi silase berbasis bahan lokal.
Teknologi tersebut ditujukan untuk menjaga ketersediaan pakan bergizi secara berkelanjutan, terutama ketika peternak menghadapi keterbatasan hijauan pada musim kemarau.
Selain pembuatan silase, peternak juga dilatih mengolah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair. Limbah yang sebelumnya berpotensi menumpuk dan mencemari lingkungan diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna bagi kegiatan pertanian.
Atasi Masalah Pakan saat Musim Kemarau
Kegiatan PKM Undana tersebut menjawab salah satu persoalan yang selama ini dihadapi peternak sapi potong di Kabupaten Kupang, yakni keterbatasan pakan hijau berkualitas saat musim kemarau.
Kondisi tersebut dapat berdampak terhadap pertumbuhan dan produktivitas ternak. Pada saat yang sama, kotoran sapi yang tidak dikelola dengan baik dapat menumpuk di sekitar permukiman, mengganggu sanitasi dan berpotensi mencemari lingkungan.
Melalui teknologi silase, peternak didorong memiliki persediaan pakan cadangan yang dapat disimpan lebih lama. Dengan demikian, kebutuhan pakan ternak tidak sepenuhnya bergantung pada kondisi cuaca dan ketersediaan hijauan segar.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan