Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua menetapkan target penurunan prevalensi stunting sebesar 32,7 persen pada 2025 dan 28 persen pada 2029 sebagaimana tercantum dalam RPJMD Kabupaten Sabu Raijua 2025–2029.
Berdasarkan hasil survei e-PPGBM Juni 2026, prevalensi stunting Kabupaten Sabu Raijua tercatat 25,5 persen.
Angka tersebut telah berada di bawah target RPJMD tahun 2026 yang ditetapkan sebesar 31,6 persen.
Namun, capaian tingkat kabupaten tersebut belum membuat pemerintah daerah berpuas diri.
Kondisi di Kecamatan Sabu Tengah masih membutuhkan perhatian serius karena prevalensi stunting di wilayah tersebut mencapai 26,39 persen berdasarkan hasil penimbangan balita Juli 2026 melalui data e-PPGBM.
Tercatat sebanyak 209 balita di Kecamatan Sabu Tengah mengalami stunting.
Desa Eilode Catat Angka Tertinggi
Data yang dipaparkan dalam Pra-Musrenbang menunjukkan adanya perbedaan cukup signifikan antarwilayah desa.
Desa Eilode mencatat prevalensi stunting tertinggi di Kecamatan Sabu Tengah, yakni 47,06 persen, dengan jumlah balita stunting sebanyak 69 orang.
Sementara itu, Desa Eimadake mencatat prevalensi terendah sebesar 12,15 persen, dengan 13 balita mengalami stunting.
Thobias menilai data tersebut harus menjadi dasar dalam menentukan bentuk intervensi di masing-masing wilayah.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan