Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ia mengakui Kabupaten Sabu Raijua masih menghadapi sejumlah tantangan dalam penyelenggaraan pendidikan, termasuk keterbatasan akses, sarana prasarana dan jaringan internet.
Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi sekolah untuk berhenti melakukan inovasi.
“Keterbatasan bukan penghalang untuk berinovasi. Kita harus mampu mencari pendekatan yang sesuai dengan kondisi sekolah kita, memanfaatkan apa yang kita miliki, dan mengembangkan praktik pembelajaran yang relevan dengan karakteristik peserta didik dan lingkungan kita,” tegasnya.
Empat Sekolah Diharapkan Jadi Contoh
Wakil Bupati berharap empat satuan pendidikan penerima BOSKIN Terbaik di Gugus 4 dapat menjadi contoh sekaligus sumber inspirasi bagi sekolah lain di Kabupaten Sabu Raijua.
Ia juga meminta peserta Bimtek tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi menerapkan pengetahuan yang diperoleh di sekolah masing-masing.
“Apa yang dipelajari hari ini harus dibawa pulang ke sekolah. Apa yang dibawa pulang harus dicoba. Apa yang sudah dicoba harus dievaluasi. Dan apa yang terbukti baik harus dikembangkan dan dibagikan kepada yang lain,” pesan Thobias.
Menurutnya, keberhasilan digitalisasi pembelajaran bukan ditentukan oleh banyaknya perangkat atau aplikasi yang digunakan. Ukuran utamanya adalah sejauh mana teknologi mampu memperkuat peran guru, menciptakan pembelajaran bermakna, dan meningkatkan hasil belajar peserta didik.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan