“Digitalisasi pembelajaran adalah bagaimana teknologi kita manfaatkan sebagai sarana untuk memfasilitasi guru agar mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif, kreatif, menarik, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik,” jelasnya.

Thobias menekankan bahwa teknologi tidak boleh dipandang sebagai pengganti guru. Sebaliknya, teknologi harus digunakan untuk memperkuat peran guru dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik.

“Teknologi tidak menggantikan guru. Teknologi memperkuat peran guru,” katanya.

Iklan

Para guru didorong memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif, video pembelajaran, bahan ajar digital, asesmen, sumber belajar, hingga berbagai aktivitas pembelajaran kreatif lainnya.

Sekolah Tak Harus Bergantung pada Internet

Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, lanjut Thobias, tidak selalu harus bergantung pada jaringan internet.

Sekolah dapat memanfaatkan berbagai sumber belajar digital secara offline, perangkat yang sudah tersedia, komputer, telepon pintar maupun media pembelajaran interaktif yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah.

“Yang terpenting adalah tepat guna, mudah diterapkan, dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik,” ujarnya.