Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Belanja modal diarahkan untuk memperkuat aset pembangunan daerah, terutama infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk pembangunan jalan, jaringan dan irigasi.
Sementara belanja tidak terduga disiapkan antara lain untuk santunan duka serta mengantisipasi kebutuhan mendesak yang tidak dapat diprediksi sebelumnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Defisit Rp60,20 Miliar Ditutup dari SiLPA
Dengan pendapatan sebesar Rp504,15 miliar dan belanja Rp564,35 miliar, Rancangan Perubahan KUA-PPAS Sabu Raijua 2026 mencatat defisit anggaran sebesar Rp60.203.547.456,20.
Defisit tersebut direncanakan ditutup melalui penerimaan pembiayaan yang bersumber dari SiLPA tahun sebelumnya dengan nilai yang sama, yakni Rp60.203.547.456,20.
Dengan demikian, pembiayaan netto juga direncanakan sebesar Rp60.203.547.456,20.
Secara keseluruhan, struktur perubahan anggaran 2026 yang mencakup pendapatan, belanja dan pembiayaan direncanakan sebesar Rp564.354.492.856,20.
Angka tersebut meningkat Rp33.771.671.456,20 atau 6,35 persen dibandingkan pagu sebelumnya sebesar Rp530.642.821.400.
Bupati Minta Eksekutif-Legislatif Perkuat Sinergi
Krisman berharap pembahasan bersama DPRD dapat menjadi momentum untuk menyempurnakan kebijakan anggaran sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan legislatif.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan