Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Krisman menegaskan SiLPA sebagai bagian dari penerimaan pembiayaan daerah harus dikelola secara cermat dan terukur. Dana tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan pembangunan yang bersifat prioritas dan mendesak.
Arah kebijakan ekonomi dalam Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026 pada prinsipnya tidak mengalami perubahan. Namun, penyesuaian tetap dilakukan dengan memperhatikan dinamika pembangunan dan kondisi fiskal daerah.
Kebijakan ekonomi Sabu Raijua tetap diarahkan untuk memperkuat perekonomian masyarakat melalui optimalisasi sektor-sektor yang menjadi penggerak struktur ekonomi daerah.
“Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua terus berupaya melakukan penyesuaian kebijakan anggaran agar lebih efektif dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan yang berkembang,” kata Krisman.
Pendapatan Sabu Raijua Diproyeksikan Rp504,15 Miliar
Dalam Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026, pendapatan daerah Sabu Raijua diproyeksikan mencapai Rp504.150.945.400.
Pendapatan tersebut terdiri atas:
- Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp24.898.689.900
- Pendapatan transfer: Rp472.079.849.500
- Lain-lain pendapatan daerah yang sah: Rp7.172.406.000
- Sementara itu, total belanja daerah direncanakan sebesar Rp564.354.492.856,20.
Belanja tersebut terdiri atas belanja operasi Rp445.638.304.750,70, belanja modal Rp53.885.990.105,50, belanja tidak terduga Rp5.700.000.000, serta belanja transfer Rp59.130.198.000.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan