Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Namun, informasi mengenai proses perdamaian tersebut belum diperoleh secara utuh dari seluruh pihak yang terlibat.
Sejumlah warga yang ditemui media ini dan meminta identitasnya dirahasiakan menyebut keluarga korban diduga berada dalam tekanan dalam proses tersebut. Warga juga menyoroti keterlibatan seorang guru yang disebut cukup disegani di wilayah tersebut.
Keterangan tersebut masih berupa klaim warga dan belum mendapatkan konfirmasi dari pihak guru yang disebut maupun pihak lain yang terlibat dalam proses perdamaian.
Keluarga: Kasus Sudah Damai
Sementara itu, anggota keluarga korban, YB, ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Senin (31/8/2026), mengatakan persoalan tersebut telah diselesaikan secara damai.
Ia meminta media tidak lagi memberitakan perkara tersebut.
Di sisi lain, ayah korban, JB, ketika ditemui pada Senin (31/8/2026), tidak memberikan keterangan mengenai perkara tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3A2KB) serta Penjabat Kepala Desa belum berhasil dikonfirmasi mengenai dugaan kasus tersebut maupun proses penyelesaiannya. (rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan