Kawasan industri garam terpadu tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas produksi garam dalam negeri, memperkuat rantai pasok industri garam nasional, sekaligus menekan ketergantungan Indonesia terhadap garam impor.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pembangunan K-SIGN tidak hanya bertujuan mengejar target swasembada garam, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat Rote Ndao dan Nusa Tenggara Timur.

“Jika kita ingin mandiri, maka produksi harus diperkuat agar hasilnya dinikmati oleh masyarakat kita sendiri,” ujar Zulkifli Hasan.

Iklan

Menurutnya, percepatan pembangunan kawasan industri garam akan terus dilakukan sesuai arahan Presiden. Karena itu, ia mengajak pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi agar proyek strategis tersebut dapat berjalan optimal.

Diharapkan Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Selain mendukung ketahanan pangan nasional, keberadaan K-SIGN diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, serta menggerakkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Rote Ndao.

Pemerintah optimistis kawasan tersebut akan menjadi pusat produksi garam modern yang mampu memenuhi kebutuhan industri nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia menuju kemandirian sektor pergaraman.

Nindya Karya Komitmen Bangun Infrastruktur Berkualitas

Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero), Firmansyah, mengatakan pembangunan K-SIGN merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung program swasembada nasional melalui pembangunan infrastruktur sektor pangan.