Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Mbay, RakyatNTT.ID – Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo dari Partai Perindo, Elias Cima, meminta pemerintah melakukan pendataan kerusakan rumah warga terdampak gempa bumi secara cermat, objektif dan transparan.
Menurut Elias, akurasi data menjadi faktor penting dalam menentukan kategori kerusakan rumah sekaligus besaran bantuan yang akan diterima masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ia mengingatkan agar proses pendataan tidak hanya berorientasi pada dokumentasi berupa foto dan penginputan data ke dalam sistem. Petugas harus memastikan kondisi rumah yang dicatat benar-benar sesuai dengan keadaan di lapangan.
“Pendataan tidak boleh sekadar mengambil foto rumah lalu memasukkan data ke dalam aplikasi. Petugas harus memastikan dokumentasi dan deskripsi kerusakan sesuai dengan kondisi sebenarnya,” ujar Elias, Rabu (26/8/2026).
Temukan Rumah Rusak Berat Masuk Kategori Ringan
Elias mengaku menemukan sejumlah ketidaksesuaian ketika mendampingi petugas melakukan survei di lapangan.
Ia menyebut terdapat rumah warga yang secara fisik mengalami kerusakan berat, tetapi dalam sistem justru tercatat sebagai rusak sedang atau ringan.
Kondisi tersebut, menurut Elias, berpotensi merugikan masyarakat karena kategori kerusakan menjadi salah satu dasar dalam menentukan penanganan dan bantuan pascabencana.
“Saya melihat langsung ada rumah yang kondisinya rusak berat, tetapi dalam sistem masuk kategori sedang atau ringan. Ini tentu berpengaruh terhadap bantuan yang diterima warga,” katanya.
Karena itu, ia meminta pemerintah dan tim survei, termasuk unsur dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), melakukan pemeriksaan secara menyeluruh sebelum menetapkan klasifikasi kerusakan.
Elias menilai penggunaan aplikasi dalam proses pendataan seharusnya mempermudah pemerintah memperoleh data yang akurat, bukan justru menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.
“Pemerintah harus memastikan klasifikasi benar-benar berdasarkan kondisi lapangan. Kehadiran aplikasi seharusnya membantu menjawab persoalan masyarakat, bukan sebaliknya,” tegasnya.
Hasil Pendataan Harus Diketahui Pemilik Rumah
Selain meminta ketepatan klasifikasi, Elias juga mendorong adanya transparansi dalam proses pendataan.
Ia meminta hasil survei disampaikan secara langsung kepada pemilik rumah. Masyarakat perlu mengetahui kategori kerusakan yang ditetapkan terhadap rumah mereka beserta dasar penilaiannya.
Menurut Elias, keterbukaan tersebut penting untuk mencegah kesalahpahaman ketika proses bantuan mulai dilakukan.
“Tim survei perlu mempresentasikan hasilnya kepada pemilik rumah. Dengan begitu, masyarakat memahami kondisi yang dicatat dan tidak terjadi kesalahpahaman saat bantuan disalurkan,” ucapnya.
Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Nagekeo dapat menyampaikan hasil pendataan secara kelembagaan kepada DPRD.
Dengan demikian, DPRD dapat menjalankan fungsi pengawasan sekaligus ikut memastikan proses rehabilitasi dan bantuan pascabencana berjalan sesuai kondisi riil masyarakat.
Gempa Tak Hanya Rusak Rumah, Ekonomi Warga Ikut Terdampak
Elias menilai dampak gempa di Nagekeo tidak hanya berkaitan dengan kerusakan fisik bangunan rumah.
Di sejumlah wilayah, kerusakan hunian turut mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat. Usaha kecil berbasis rumah tangga seperti kios, warung dan produksi rumahan ikut terdampak karena tempat usaha mengalami kerusakan atau tidak dapat digunakan secara normal.
Situasi tersebut membuat proses pendataan harus dilakukan lebih komprehensif.
Menurut Elias, data kerusakan yang akurat dibutuhkan bukan hanya untuk menentukan bantuan rehabilitasi rumah, tetapi juga sebagai dasar pemerintah dalam merancang program pemulihan ekonomi masyarakat terdampak.
DPRD Nagekeo Siap Kawal Bantuan Pascagempa
Sebagai anggota DPRD sekaligus kader Partai Perindo yang mendorong penguatan ekonomi kerakyatan, Elias menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak boleh berhenti pada perbaikan bangunan.
Pelaku usaha kecil yang kehilangan tempat usaha atau mengalami gangguan aktivitas ekonomi juga membutuhkan perhatian agar dapat kembali produktif.
“Kami di DPRD perlu mengetahui hasil survei secara menyeluruh, sehingga bisa ikut mengawal dan memastikan bantuan tepat sasaran serta mendukung pemulihan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah menjadikan hasil pendataan sebagai dasar objektif dalam menentukan kebijakan pascabencana.
Data tersebut harus mampu menggambarkan tingkat kerusakan rumah secara nyata, sekaligus memberikan gambaran mengenai kebutuhan masyarakat yang terdampak.
Jangan Ada Warga Kehilangan Hak
Elias menegaskan, ketepatan data merupakan bagian penting dari keadilan dalam penanganan bencana.
Klasifikasi kerusakan harus ditentukan berdasarkan kondisi sebenarnya agar bantuan yang diberikan sesuai dengan tingkat kerusakan dan kebutuhan setiap warga.
Ia mengingatkan agar tidak ada masyarakat yang kehilangan hak mendapatkan bantuan hanya karena kesalahan dalam proses pendataan atau klasifikasi kerusakan.
Dengan pendataan yang akurat, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan, proses rehabilitasi rumah sekaligus pemulihan ekonomi masyarakat Nagekeo diharapkan dapat berjalan lebih tepat sasaran dan berkeadilan. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan