Yohanes memberikan waktu tiga bulan kepada Marselus dan Martinus untuk menjalankan tugas sekaligus mempersiapkan sosok General Manager dan Wakil General Manager definitif.

Dalam masa tersebut, pembenahan internal juga diarahkan pada persoalan Sisa Hasil Usaha (SHU) dan pembagian hak pemilih.

Manajemen diminta menelusuri serta memperbaiki berbagai persoalan yang berkaitan dengan SHU sebagai bagian dari upaya membangun kembali kepercayaan anggota dan publik.

Iklan

Pengeluaran Harus Diperketat

Yohanes juga meminta manajemen baru melakukan efisiensi dengan menghindari pembiayaan yang tidak diperlukan.

Pengelolaan arus kas, belanja rutin hingga pembiayaan kredit harus dilakukan secara lebih ketat dan transparan.

Koordinasi dengan koperasi kredit di Indonesia juga diminta kembali diperkuat, dengan fokus pada kegiatan usaha yang berhubungan langsung dengan operasional KSP Kopdit Swasti Sari.

Kredit Anggota Tak Boleh Berdasarkan Kekerabatan

Persoalan pemberian kredit juga menjadi perhatian jajaran pengurus dan pengawas.

Yohanes menegaskan bahwa fasilitas kredit harus diberikan berdasarkan ketentuan yang berlaku, bukan karena hubungan keluarga atau kedekatan tertentu.

Ia meminta manajemen memastikan proses kredit berjalan adil dan tidak memberikan ruang bagi praktik yang berpotensi merugikan koperasi maupun anggota.