Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Aspek pemasaran juga menjadi perhatian. Peternak didorong memahami informasi harga dan pasar, kualitas ternak, waktu penjualan, calon pembeli, hingga pentingnya membangun jaringan pemasaran. Pendekatan tersebut diharapkan membuat peternak tidak sekadar menjadi penerima harga dari pembeli, tetapi mampu mengambil keputusan usaha berdasarkan perhitungan dan informasi pasar.
* Belajar Membuat Pakan dari Bahan Lokal
Setelah materi kewirausahaan, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik pembuatan amoniasi, konsentrat, dan silase. Ketiga teknologi tersebut diperkenalkan sebagai alternatif untuk meningkatkan pemanfaatan sumber daya pakan yang tersedia di lingkungan sekitar. Melalui teknologi amoniasi, peternak belajar mengolah bahan pakan berserat agar lebih mudah dimanfaatkan oleh ternak. Sementara itu, pembuatan konsentrat memberikan pemahaman mengenai pencampuran berbagai bahan pakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak.
Peternak juga diperkenalkan dengan teknologi silase sebagai metode pengawetan pakan. Teknologi ini memungkinkan bahan pakan yang tersedia melimpah pada periode tertentu disimpan dan dimanfaatkan ketika ketersediaan hijauan menurun. Yang menarik, pelatihan tidak berhenti pada penyampaian teori. Para peserta mengikuti demonstrasi dan praktik secara langsung, sehingga dapat memahami tahapan pengolahan bahan mulai dari persiapan hingga pencampuran.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan