Seba, RakyatNTT.ID – Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua mendorong pelestarian budaya lokal melalui penguatan riset dan pengembangan potensi budaya daerah.

Langkah tersebut salah satunya dilakukan melalui penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengenai pelestarian kebudayaan Mane Menannu Tenun Sabu.

Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si., menerima kunjungan tim peneliti BRIN yang melakukan penelitian tersebut pada Kamis (27/8/2026).

Penelitian ini mencakup sejumlah wilayah di Kabupaten Sabu Raijua, yakni Kecamatan Sabu Liae, Sabu Barat, Hawu Mehara, dan Raijua.

Tim peneliti akan menggali informasi dari berbagai narasumber, terutama para penenun dan Mone Ama, untuk mendalami pengetahuan mengenai kebudayaan, tradisi, serta nilai-nilai yang terkandung dalam proses Mane Menannu Tenun Sabu.

Pemkab Sabu Raijua Dukung Riset Budaya

Thobias menyambut baik kedatangan tim peneliti BRIN. Ia menegaskan, pemerintah daerah terbuka terhadap penelitian yang berkaitan dengan kebudayaan dan potensi lokal Sabu Raijua.

“Kami terus mendukung kegiatan penelitian yang dilaksanakan. Kami berharap hasil penelitian ini dapat dikembangkan di Sabu Raijua dan menjadi referensi bagi masyarakat,” ujar Thobias.