* 25 Peternak Ikuti Praktik Langsung
Sebanyak 25 peternak terlibat aktif dalam kegiatan tersebut. Para peserta memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman penyuluhan yang beragam. Karena itu, metode demonstrasi dan praktik langsung digunakan agar materi lebih mudah dipahami dan diterapkan. Peternak diberi kesempatan untuk mengamati, bertanya, berdiskusi, sekaligus mengikuti tahapan pembuatan teknologi pakan dan bokashi.

Bagi tim pelaksana, kegiatan pelatihan merupakan tahap awal dalam meningkatkan kapasitas kelompok peternak. Keberhasilan program tidak hanya diukur dari terlaksananya pelatihan, tetapi juga dari kemampuan peserta menerapkan teknologi yang telah diperkenalkan. Program Berlanjut dengan Pendampingan Kegiatan PKM tersebut tidak berhenti pada pelatihan. Tahap berikutnya akan diisi dengan pendampingan dan monitoring untuk melihat penerapan teknologi yang telah diperkenalkan kepada peternak.

“Pendampingan mencakup penerapan pembuatan amoniasi, konsentrat, silase, dan bokashi. Selain itu, tim akan mengevaluasi penerapan perencanaan usaha, pencatatan sederhana, pengelolaan pakan, serta pemanfaatan limbah ternak. Penguatan kelompok peternak juga menjadi bagian dari tahapan lanjutan. Kelompok diharapkan dapat menjadi wadah untuk mengembangkan produksi pakan, pengelolaan limbah, hingga usaha berbasis sumber daya lokal,” papar Maria Krova, ketua dalam kegiatan tersebut.