Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Dengan pola tersebut, peternak Kualeu diharapkan dapat membangun usaha yang lebih terintegrasi. Sapi menghasilkan produk, limbah sapi diolah menjadi bokashi, bokashi dimanfaatkan untuk tanaman atau hijauan, sementara sumber daya lokal kembali digunakan untuk mendukung usaha ternak. Program ini menjadi langkah awal untuk mendorong peternak Desa Kualeu beralih dari pola usaha yang hanya berorientasi pada pemeliharaan ternak menuju sistem peternakan yang lebih terencana, efisien, memiliki nilai tambah, dan berkelanjutan melalui pendekatan ekonomi sirkular. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan