Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Meski sepatu telah robek, pakaian yang dikenakan seadanya dan harus berjalan kaki cukup jauh setiap hari, ia tetap menyimpan cita-cita besar.
“Saya ingin tetap bersekolah, kelak ingin menjadi orang yang sukses. Saya ingin membalas kasih sayang Nenek,” tutur Cinta.
Kalimat sederhana itu menggambarkan besarnya harapan seorang anak yang sejak kecil harus menjalani kehidupan tanpa kehadiran kedua orang tuanya.
Cinta Hanya Ingin Terus Sekolah dan Memiliki Rumah yang Layak
Cinta dan Nenek Katarina tidak meminta kehidupan mewah.
Harapan mereka sederhana: Cinta tetap dapat bersekolah, kebutuhan sehari-hari dapat terpenuhi dan rumah yang mereka tempati dapat diperbaiki agar lebih aman dan layak dihuni.
Kisah Cinta juga menjadi gambaran bagaimana pendidikan dapat menjadi jalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk menatap masa depan yang lebih baik.
Di tengah rumah yang bocor dan kehidupan yang penuh keterbatasan, Cinta masih memilih untuk belajar, berprestasi dan bermimpi.
Kini, harapan itu juga bergantung pada kepedulian orang-orang di sekitarnya. Bantuan untuk kebutuhan hidup, pendidikan maupun perbaikan rumah dapat menjadi dukungan berarti bagi Cinta dan Nenek Katarina agar keduanya dapat menjalani kehidupan dengan lebih aman dan bermartabat. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan