Ia mengaku kondisi tempat tinggal mereka sangat sederhana dan membutuhkan perbaikan agar lebih aman untuk dihuni.

Sementara itu, anak laki-laki Katarina yang merupakan paman kandung Cinta masih berada di perantauan.

Berjalan Kaki ke Sekolah, Tetap Berprestasi

Di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi keluarga yang tidak mudah, semangat Cinta untuk belajar justru tidak pernah padam.

Saat bersekolah di SDI Compang Ngeles, Cinta disebut selalu meraih peringkat pertama.

Kini, Cinta telah melanjutkan pendidikan ke Kelas I SMP Negeri 1 Elar.

Setiap hari, ia berjalan kaki untuk pergi dan pulang sekolah. Dengan pakaian seadanya, sandal yang sudah tidak layak dan tas lusuh berisi buku pelajaran, Cinta tetap berusaha mengikuti pendidikan seperti anak-anak lainnya.

“Cinta anak yang sangat rajin, sopan, dan selalu aktif di sekolah. Meski kurang mampu, ia tak pernah absen berprestasi,” ujar salah seorang mantan gurunya.

Bagi Cinta, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.

Setelah Sekolah, Cinta Membantu Nenek

Sepulang sekolah, Cinta tidak langsung beristirahat. Ia membantu neneknya mengerjakan berbagai pekerjaan rumah.

Kehidupan yang dijalaninya membuat Cinta tumbuh menjadi anak yang mandiri di usia yang masih sangat muda.