Persoalan utama dari safari politik bukan pada tingginya antusiasme yang hadir, bukan pada siapa yang menerima dan memberikan gelar. Persoalan yang lebih penting adalah apa gagasan besar yang dibawa kepada masyarakat. Masyarakat harusnya tidak membutuhkan popularitas. Yang dibutuhkan adalah gagasan untuk menjawab permasalahan yang dihadapi, Propinsi NTT tercatat memiliki angka kemiskinan yang tinggi, ketimpangan antarwilayah, sulitnya mendapatkan pekerjaan, ekonomi yang makin sulit dan mutu pendidikan yang tertinggal dari daerah lain.

Safari politik seharusnya menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan dengan kebutuhan masyarakat. Bukan sekadar panggung untuk menunjukkan popularitas. Demokrasi membutuhkan gagasan daripada gelar atau simbol. Sebab politik harusnya melahirkan program daripada sekedar simbol.

Keberhasilan safari politik harusnya tidak dilihat dari padatnya masyarakat yang berkumpul atau tingginya antusiasme pengunjung. Sebab keramaian tidak selalu identik dengan dukungan politik. Kehadiran masyarakat mungkin saja karena rasa ingin tahu, ini berada di keramaian, karena hiburan, atau bahkan karena mobilisasi massa. Ketika media sibuk memotret jumlah orang yang hadir, berisiko melupakan persoalan yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat. Sebab, yang dibutuhkan sebenarnya tawaran ide atau gagasan untuk mengatasi persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini. Angka kemiskinan yang tinggi tidak bisa ditutupi dengan tingginya angka survey elektabilitas.

Iklan